Apabila kita bertemu dengan kata will dan shall, maka pasti akan diasumsikan dengan sebuah kalimat untuk future time. Would dan should juga diasumsikan dengan kalimat yang berhubungan dengan kalimat pengandaian atau conditional tense. Pemahaman seperti ini betul, akan tetapi hal tersebut hanyalah salah satu kegunaan dari kata-kata tersebut.
Demikian pula, future time menggunakan bentuk yang lain untuk pembentukan kalimat, tidak hanya will dan shall. Jika kita amati bagaimana seorang native speaker mengungkapkan kegiatan dan rencana di masa yang akan datang, kita akan menemukan bahwa dia lebih banyak menggunakan to be going to, to be about to, bentuk present simple tense dan present continous tense.
Coba kita amati kalimat berikut:
Peter's going to stay here for two more weeks.
I'm going to make a cup of tea.
We leave for Australia in three weeks' time.
I'm leaving soon because my bus goes in half an hour.
Pada kalimat di atas, semua kegiatan atau kejadian mengacu pada masa yang akan datang tetapi tidak bergantung pada penggunaan shall dan will. Bagaimanapun juga, ketika seorang native speaker menggunakan shall dan will untuk menerangkan kegiatan di masa yang akan datang, contohnya I'll see John tomorrow, dia tidak akan mengikuti aturan tata bahasa yang mengatur penggunaan shall dengan I dan we, dan will dengan kata ganti orang yang lainnya. Biasanya pada tata bahasa menggunakan should untuk kata ganti orang pertama pada kalimat pengandaian dan would untuk kata ganti orang lainnya.
Penggunaan yang riil shall / will dan should / would pada native speaker, bahwa tidak ada perbedaan untuk kata ganti orang ketika menggunakan kata-kata tersebut dalam percakapan. Dalam percakapan Bahasa Inggris, baik itu shall maupun will biasa disingkat dengan 'll (I'll, you'll) kecuali apabila tidak disingkat.
Bentuk shall dan should untuk future time dan kalimat pengandaian mengacu pada British English (BE), sedangkan pada American English (AE) jarang digunakan. Pada AE shall lebih bersifat formal walaupun tidak biasa, sedangkan bentuk negatifnya shan't jarang sekali digunakan. AE lebih banyak menggunakan will sebagai bentuk positif dan won't sebagai bentuk negatif. Shall biasanya hanya digunakan pada bentuk kalimat tanya. What shall we do now? Begitu juga penggunaa would pada percakapan AE, adalah biasa digunakan juga untuk kata ganti orang pertama pada kalimat pengandaian, disingkat dengan 'd (we'd, she'd).
Demikian yang bisa saya sajikan untuk posting pertama, mudah-mudahan bisa berguna bagi yang membaca. Kritik dan saran yang membangun sangat diterima demi perbaikan dan perkembangan artikel. Untuk penggunaan will / would dapat dilihat pada posting yang lain.

No comments:
Post a Comment